Senin, 12 September 2016

ABW Lahir 8 Maret 2016

Alhamdulillahirobbil alamin..

Tiada kata yang harus kuucapkan kecuali  rasa syukur sangat... sangat hebat bagi Allah Maha Kuasa. Karena setelah sembilan bulan diriku berada dalam perut ibuku, akhirnya bisa dilahirkan ke dunia dengan sehat dan selamat pada tanggal 8 maret 2016 tepatnya hari selasa di ruang operasi RSIA Limijati Bandung. iya di kamar operasi karena aku dikeluarkan dengan cara operasi caesar.

Awalnya sih ayah ibuku bersepakat untuk melahirkanku dengan cara persalinan normal. Akan tetapi manusia berencana dan Allah yang berkehendak, disaat kehamilan memasuki umur sembilan bulan dan memang sudah mulai harus buka bukaan. maksudnya bukaan 1.. bukaan 2 dan seterusnya. Ternyata ibuku bukaan satu terus sementara air ketuban perlahan-lahan berkurang (itu kudengar saat kontrol terakhir di dokter kandungan)  tanggal 7 maret pagi-pagi.

Pic : Dokpribadi
Pulang kontrol terlihat rasa khawatir ayah dan ibu hingga akhirnya ayah berdiskusi intens dengan aibu dan memutuskan untuk menemui Prof Soppie S.POG ditempat prakteknya sore itu untuk menyampaikan opsi operasi caesar saja. Akhrnya dijadwalkan mendadak besoknya tanggal 8 Maret 2016 pukul 19.30 wib sampe selesai di RSIA Limijati.

Selasa pagi, ibuku kaget karena pas ke kamar mandi mau kencing banyak sekali cairan bening membasahi celana dalamnya tapi bukan bau pesing air kencing, aku terdiam saja mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya. Aah dan nenek segera bersiap begitupun ibuku langsung menuju IGD RSIA Limijati di lantai 2. Dengan cekatan para perawat membimbing dan memeriksa kondisi ibuku hingga akhirnya karena kondisi yang diangap darurat, Prof Soppie di hubungi oleh perawat dan keputusannya adalah akan dilaksanakan operasi caesra siang ini juga jam 11.00 wib.

Usut punya usut ternyata karena air ketuban di perut ibuku sudah hampir habis sementara bukaan masih tetep satu sehingga perlu dilakukan tindakan cepat. jam 10.30 wib aku merasa bergerak dari ruang IGD menuju ruang lain... kayaknya ini menuju ruang operasi, Ayah dan nenek mengikuti dari belakang. Hingga akhirnya ayah dan nenek dipersilahkan menunggu diluar. Akupun menunggu... tik tok tik tok.....

Perlahan tapi pasti, akhirnya cahaya tersibak diatas lapisan kulit perut ibuku yang disayat dengan hati-hati oleh Prof Soffie dan tim nya. Aku akhirnya keluar dari rahim ibuku menghirup udara bebas, dibersihkan oleh perawat dan diperiksa kondisiku oleh dokter anak. Lalu dibungkus dengan kain khusus yang tersedia disitu, terasa kehangatan menyelimutiku. Aku digendong oleh perawat dan akhrnya....... terdengar langkah kaki mendekat dengan nafas sedikit memburu...

"Allahu Akbar.. allahhu akbar... " terdengar suara yang begitu akrab dan senantiasa menemaniku selama ini, selama didalam kandungan. "Itu suara ayah..." aku mencoab melihat ke sekeliling dan mencari sumber suara. Terlihat wajah laki-laki dewasa yang bersuka cita, berbahagia dan terus menyuarakan adzan dan iqomah di telinga mungilku. disampingnya ada wajah perempuan berkerudung yang lebih tua dengan mata berkaca-kaca bahagia, "Eh orok teh mata nya gular giler, alhamdulillah" Itu pasti suara nenek yang sering juga aku dengar selama dalam kandungan. Diakhiri dengan doa, aku dibawa lagi oleh perawat untuk menjalani beberapa pemeriksaan lagi.

Alhamdulillah... aku bisa lahir ke dunia ini dengan selamat. ibuku setelah dilakukan proses penjahitan kembali hasil operasi caesar tersebut bergabung di ruang perawatan di lantai 2 juga. bersama ayah dan nenek tersayang. juga eyang dari kampung dan tante, uwa, om dan banyak lagi saudara serta kolega ibu dan ayah yang berseliweran melihatku untuk memberi doa selamat datang dan keselamatan.

oh ya, aku diberi nama Ayshaluna Binar Wardana.

................................. *** ..........................................

MPASI pepaya

Malem mulai terasa sepi setelah seharian bergelut dengan daging-dagingan dan kawan-kawannya karena hari ini adalah Idul Adha 1437 Hijriyah. Kumpul sodara udah jelas rame pisan, recet barudak beunceuh, tapi memang terasa sangat akrab meski memang cukup memusingkan (kata nenek).

Sumber : Intisari-online-com

Aku sih belum bisa makan daging karena memang masih orok alias bayi, dan hari ini adalah hari ke 6 makan MPASI. itu tuh makanan pendukung ASI. Alhamdulillah aku di beri rejeki oleh Allah Swt melalui ibuku yang baik dan sabar sehingga ASInya cukup dan 6 bulan full ASI ekslusif. Juga dukungan ayah yang sama-sama baik dan sabar.

Hari ini MPASIku adalah puree pepaya, ibuku membersihkan dan mencuci pepaya. Dimasukan ke dalam blender khusus dan tring... jadilah puree pepaya. Tepat jam 10.30 wib Aku duduk manis di kursi bayi, khusus untuk makan dan diawali dengan suapan 3 sendok air putih dilanjut dengan puree pepaya. Enakk manis lho pren... aku sih urusan makanan mah enak-enak aja. yach mirip ayah ibu dech, dan ini hari ke 6 mencoba MPASI.