![]() |
| Aku bersama Kakekku.. |
Aku masih ingat, pas usiaku
menginjak waktu 6 bulan lebih beberapa hari. Di hari sabtu, aku dibawa ayah dan
ibu pergi ke pusat kota. Terus terang senang sekali rasa ini setiap mau pergi
alias jalan-jalan dari rumah. Entah gen dari orang tua yang keduanya sangat
cocok yaitu selalu ingin bepergian di hari libur (b. Sunda, Murag bulu bitis) atau memang rutinitas kerja menyita
waktu mereka sehingga family time di weekend betul-betul di pakai secara
optimal.
Hanya saja, perjalanan sabtu itu
berakhir dengan tangisanku yang menggelegar dan menyayat hati. Karena ternyata
aku dibawa ke sebuah tempat pijit bayi dan berenang khusus bayi di sebuah
tempat di Kota Bandung. Setelah ayah registrasi, menunggu sebentar, lalu
dipanggil dan kami bertiga di arahkan ke lantai 2, disana ada beberapa ruangan
yang ada sofanya dan sudah pasti bak mandi air hangat. Pas sesi masuk bak air
hangat itulah, aku memangis sejadi-jadinya. Tidak mau, pokoknya tidak mau.
Ibu dan
ayah serta mbak petugas terapisnya merayu dan mencoba menenangkan aku. Tapi aku
meronta dan meronta, ingin segera pergi dari tempat itu. Akhirnya ayah dan ibu
mengalah, segera menghanduki aku, mengganti pampers dan baju serta menuju
kendaraan dan pulang, karena aku masih sesengukan sisa menangis yang ajib. Terlihat
wajah bingung ayah dan ibu, menyisakan pertanyaan dan menerka berbagai asumsi
kenapa anaknya tidak mau berenang dan pijit bayi. Aku tersenyum dalam hati,
biarkan alasan itu jadi misteri. Yang penting pada saatnya nanti aku akan
tunjukan bahwa anak ayah ibu ini suka berenang, senang bercengkerama dengan
air... pada waktunya nanti.
Akhirnya seiring sang waktu yang nggak mau
berhenti barang sekejap, 12 bulan sudah terlewati sejak aku dilahirkan ke dunia
fana ini. Aku sudah berhak menyandang gelar bayi 1 tahun... alhamdulillah. Aku teringat
kembali kejadian sewaktu berumur 3 bulan, ini jangan terulang lagi. Apalagi ayah
ibu telah mempersiapkan kolam plastik yang lumayan luas. Aku ingin segera unjuk
kebolehan. Disaat umurku satu tahun lewat 3 hari, saudara-saudara sepupuku
datang ke rumah nenek dan bersendagurau bersuka ria.
Ayah berpeluh keringat
karena harus mempersiapkan kolam renang mini yang pengisian udaranya
menggunakan pompa sepeda. Tapi demi sang anak kesayangan, ayahku tetap
semangat. Ibukupun nggak kalah heboh, dari mulai mempersiapkan baju renang dan
topi renang bermotif belang pemberian Ateuku yang ada di Tangerang sana, hingga
smartphone sebagai alat dokumentasi. Kebahagiaan semakin lengkap karena kakek
dan nenek dari ayah pun hadir. Tidak mensia-siakan kesempatan, akupun ingin
digendong kakek sebelum berenang di kolam renang buatan ayah.
Alhamdulillahirobil alamin,
akupun senang dan bahagia bisa bermain bersama saudara-saudara sepupu. Berteriak,
tertawa dan bersenda gurau bersama. Termasuk
ayahku masuk ke dalam kolam renang buatan karena khawatir aku tenggelam, maklum
masih kecil. Semua yang melihat bersorak, ibu sibuk memberi instruksi dan
memvideo, rame deh.
Terima kasih ya Allah atas semua
kebahagiaan ini.
G516110317




