Minggu, 12 Maret 2017

Aku berenang lho..

Aku bersama Kakekku..
Aku masih ingat, pas usiaku menginjak waktu 6 bulan lebih beberapa hari. Di hari sabtu, aku dibawa ayah dan ibu pergi ke pusat kota. Terus terang senang sekali rasa ini setiap mau pergi alias jalan-jalan dari rumah. Entah gen dari orang tua yang keduanya sangat cocok yaitu selalu ingin bepergian di hari libur (b. Sunda, Murag bulu bitis) atau memang rutinitas kerja menyita waktu mereka sehingga family time di weekend betul-betul di pakai secara optimal.

Hanya saja, perjalanan sabtu itu berakhir dengan tangisanku yang menggelegar dan menyayat hati. Karena ternyata aku dibawa ke sebuah tempat pijit bayi dan berenang khusus bayi di sebuah tempat di Kota Bandung. Setelah ayah registrasi, menunggu sebentar, lalu dipanggil dan kami bertiga di arahkan ke lantai 2, disana ada beberapa ruangan yang ada sofanya dan sudah pasti bak mandi air hangat. Pas sesi masuk bak air hangat itulah, aku memangis sejadi-jadinya. Tidak mau, pokoknya tidak mau. 

Ibu dan ayah serta mbak petugas terapisnya merayu dan mencoba menenangkan aku. Tapi aku meronta dan meronta, ingin segera pergi dari tempat itu. Akhirnya ayah dan ibu mengalah, segera menghanduki aku, mengganti pampers dan baju serta menuju kendaraan dan pulang, karena aku masih sesengukan sisa menangis yang ajib. Terlihat wajah bingung ayah dan ibu, menyisakan pertanyaan dan menerka berbagai asumsi kenapa anaknya tidak mau berenang dan pijit bayi. Aku tersenyum dalam hati, biarkan alasan itu jadi misteri. Yang penting pada saatnya nanti aku akan tunjukan bahwa anak ayah ibu ini suka berenang, senang bercengkerama dengan air... pada waktunya nanti.

Akhirnya seiring sang waktu yang nggak mau berhenti barang sekejap, 12 bulan sudah terlewati sejak aku dilahirkan ke dunia fana ini. Aku sudah berhak menyandang gelar bayi 1 tahun... alhamdulillah. Aku teringat kembali kejadian sewaktu berumur 3 bulan, ini jangan terulang lagi. Apalagi ayah ibu telah mempersiapkan kolam plastik yang lumayan luas. Aku ingin segera unjuk kebolehan. Disaat umurku satu tahun lewat 3 hari, saudara-saudara sepupuku datang ke rumah nenek dan bersendagurau bersuka ria. 

Ayah berpeluh keringat karena harus mempersiapkan kolam renang mini yang pengisian udaranya menggunakan pompa sepeda. Tapi demi sang anak kesayangan, ayahku tetap semangat. Ibukupun nggak kalah heboh, dari mulai mempersiapkan baju renang dan topi renang bermotif belang pemberian Ateuku yang ada di Tangerang sana, hingga smartphone sebagai alat dokumentasi. Kebahagiaan semakin lengkap karena kakek dan nenek dari ayah pun hadir. Tidak mensia-siakan kesempatan, akupun ingin digendong kakek sebelum berenang di kolam renang buatan ayah.

Alhamdulillahirobil alamin, akupun senang dan  bahagia bisa  bermain bersama saudara-saudara sepupu. Berteriak, tertawa dan  bersenda gurau bersama. Termasuk ayahku masuk ke dalam kolam renang buatan karena khawatir aku tenggelam, maklum masih kecil. Semua yang melihat bersorak, ibu sibuk memberi instruksi dan memvideo, rame deh.

Terima kasih ya Allah atas semua kebahagiaan ini.


G516110317




Minggu, 20 November 2016

3 Hari batuk pilek

Assalamualaikum wr wbr
Met malem semuanya...

aku lagi action megang mainan
Hari ini aku sudah memasuki usia 8 bulan setengah lho, ntar tanggal 8 desember 2016 itu tepat aku jadi bayi 9 bulan. Sekarang hari minggu ini betapa bahagianya diriku karena kedua orangtuaku hadir menemaniku sepanjang waktu. Bukan hari ini aja tetapi juga hari kemarin hari sabtunya, malah ayahku mutusin nggak ikut acara seminar di sabtu pagi karena aku sedang sakit.

Asli lho badan ini nggak karuan, dan rasa itu dimulai di hari kamis tanggal 17 nopember kemarin. Badan terasa linu dan pegal-pegal, masalahnya aku nggak bisa bilang pada siapa-siapa. Nenekku yang mejadi malaikat pelindungku disaat ayah ibu sibuk di jam kerja senin hingga jumat mulai meihat gelagat cucunya ini nggak enak badan. Dari kedua lubang idungku terasa banyak cairan, nggak seperti biasanya, terasa mengganggu. Ditarik susah dibiarin gatal, aku hanya bisa kucek-kucek hidung ini dengan tangan mungilku dan otomatis cairan bening agak lengket inipun jadi beredar disekitar wajahku. Nenekku terlihat hawatir dan terus-terusan menyeka cairan yang ada diidungku, malah sudah memberitahu kepada ayah bundaku. Aku sih cuek aja, selama tidak terasa pusing mah mending bergerak dan bermain di dunia yang menyenangkan ini.

Sabtu, 01 Oktober 2016

MPASI pertamaku

Assalamualaikum Wr Wbr, met sore kawan-kawan. 

Sekarang aku mau cerita tentang pola makanku. Dengan segala ihtiar dan perjuangannya, ibuku berhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, alhamdulillah..... Setelah berhasil melewati masa kritis 6 bulan wajib ASI ini, atau kata WHO, lembaga kesehatan dunia dibawah PBB (Persatuan Bangsa-bangsa) itu adalah 180 hari... jadi bisa pas 6 bulan atau maju atau mundur atau majuuu cantiiik,... eh nglantur yach ada selisih 2 hari maju atau mundur dech.

ini photo ekspresikuuu.....

Setelah 6 bulan ini, maka aku dapet makanan tambahan selain ASI yang disebut nama bekennya MPASI yaitu Makanan Pendukung Air Susu Ibu... artinya aku akan dicoba untuk memakan makanan lain selain ASI yang selama ini menjadi nutrisi setiaku dari ibu. Nutrisi untuk menunjang pertumbuhanku sekaligus nutrisi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, dimana Allah Swt mengutus ibuku untuk menjadi malaikat pelindungku dari ketidak berdayaan ini.

Berikut aku tulis aja yaa menu yang telah kumakan di minggu pertama dan kedua MPASI, by the way ini diawali mulai tanggal 07 september 2016 lho..... lengkapnya disiniih ... :


Senin, 12 September 2016

ABW Lahir 8 Maret 2016

Alhamdulillahirobbil alamin..

Tiada kata yang harus kuucapkan kecuali  rasa syukur sangat... sangat hebat bagi Allah Maha Kuasa. Karena setelah sembilan bulan diriku berada dalam perut ibuku, akhirnya bisa dilahirkan ke dunia dengan sehat dan selamat pada tanggal 8 maret 2016 tepatnya hari selasa di ruang operasi RSIA Limijati Bandung. iya di kamar operasi karena aku dikeluarkan dengan cara operasi caesar.

Awalnya sih ayah ibuku bersepakat untuk melahirkanku dengan cara persalinan normal. Akan tetapi manusia berencana dan Allah yang berkehendak, disaat kehamilan memasuki umur sembilan bulan dan memang sudah mulai harus buka bukaan. maksudnya bukaan 1.. bukaan 2 dan seterusnya. Ternyata ibuku bukaan satu terus sementara air ketuban perlahan-lahan berkurang (itu kudengar saat kontrol terakhir di dokter kandungan)  tanggal 7 maret pagi-pagi.

Pic : Dokpribadi
Pulang kontrol terlihat rasa khawatir ayah dan ibu hingga akhirnya ayah berdiskusi intens dengan aibu dan memutuskan untuk menemui Prof Soppie S.POG ditempat prakteknya sore itu untuk menyampaikan opsi operasi caesar saja. Akhrnya dijadwalkan mendadak besoknya tanggal 8 Maret 2016 pukul 19.30 wib sampe selesai di RSIA Limijati.

Selasa pagi, ibuku kaget karena pas ke kamar mandi mau kencing banyak sekali cairan bening membasahi celana dalamnya tapi bukan bau pesing air kencing, aku terdiam saja mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya. Aah dan nenek segera bersiap begitupun ibuku langsung menuju IGD RSIA Limijati di lantai 2. Dengan cekatan para perawat membimbing dan memeriksa kondisi ibuku hingga akhirnya karena kondisi yang diangap darurat, Prof Soppie di hubungi oleh perawat dan keputusannya adalah akan dilaksanakan operasi caesra siang ini juga jam 11.00 wib.

Usut punya usut ternyata karena air ketuban di perut ibuku sudah hampir habis sementara bukaan masih tetep satu sehingga perlu dilakukan tindakan cepat. jam 10.30 wib aku merasa bergerak dari ruang IGD menuju ruang lain... kayaknya ini menuju ruang operasi, Ayah dan nenek mengikuti dari belakang. Hingga akhirnya ayah dan nenek dipersilahkan menunggu diluar. Akupun menunggu... tik tok tik tok.....

Perlahan tapi pasti, akhirnya cahaya tersibak diatas lapisan kulit perut ibuku yang disayat dengan hati-hati oleh Prof Soffie dan tim nya. Aku akhirnya keluar dari rahim ibuku menghirup udara bebas, dibersihkan oleh perawat dan diperiksa kondisiku oleh dokter anak. Lalu dibungkus dengan kain khusus yang tersedia disitu, terasa kehangatan menyelimutiku. Aku digendong oleh perawat dan akhrnya....... terdengar langkah kaki mendekat dengan nafas sedikit memburu...

"Allahu Akbar.. allahhu akbar... " terdengar suara yang begitu akrab dan senantiasa menemaniku selama ini, selama didalam kandungan. "Itu suara ayah..." aku mencoab melihat ke sekeliling dan mencari sumber suara. Terlihat wajah laki-laki dewasa yang bersuka cita, berbahagia dan terus menyuarakan adzan dan iqomah di telinga mungilku. disampingnya ada wajah perempuan berkerudung yang lebih tua dengan mata berkaca-kaca bahagia, "Eh orok teh mata nya gular giler, alhamdulillah" Itu pasti suara nenek yang sering juga aku dengar selama dalam kandungan. Diakhiri dengan doa, aku dibawa lagi oleh perawat untuk menjalani beberapa pemeriksaan lagi.

Alhamdulillah... aku bisa lahir ke dunia ini dengan selamat. ibuku setelah dilakukan proses penjahitan kembali hasil operasi caesar tersebut bergabung di ruang perawatan di lantai 2 juga. bersama ayah dan nenek tersayang. juga eyang dari kampung dan tante, uwa, om dan banyak lagi saudara serta kolega ibu dan ayah yang berseliweran melihatku untuk memberi doa selamat datang dan keselamatan.

oh ya, aku diberi nama Ayshaluna Binar Wardana.

................................. *** ..........................................

MPASI pepaya

Malem mulai terasa sepi setelah seharian bergelut dengan daging-dagingan dan kawan-kawannya karena hari ini adalah Idul Adha 1437 Hijriyah. Kumpul sodara udah jelas rame pisan, recet barudak beunceuh, tapi memang terasa sangat akrab meski memang cukup memusingkan (kata nenek).

Sumber : Intisari-online-com

Aku sih belum bisa makan daging karena memang masih orok alias bayi, dan hari ini adalah hari ke 6 makan MPASI. itu tuh makanan pendukung ASI. Alhamdulillah aku di beri rejeki oleh Allah Swt melalui ibuku yang baik dan sabar sehingga ASInya cukup dan 6 bulan full ASI ekslusif. Juga dukungan ayah yang sama-sama baik dan sabar.

Hari ini MPASIku adalah puree pepaya, ibuku membersihkan dan mencuci pepaya. Dimasukan ke dalam blender khusus dan tring... jadilah puree pepaya. Tepat jam 10.30 wib Aku duduk manis di kursi bayi, khusus untuk makan dan diawali dengan suapan 3 sendok air putih dilanjut dengan puree pepaya. Enakk manis lho pren... aku sih urusan makanan mah enak-enak aja. yach mirip ayah ibu dech, dan ini hari ke 6 mencoba MPASI.