Minggu, 20 November 2016

3 Hari batuk pilek

Assalamualaikum wr wbr
Met malem semuanya...

aku lagi action megang mainan
Hari ini aku sudah memasuki usia 8 bulan setengah lho, ntar tanggal 8 desember 2016 itu tepat aku jadi bayi 9 bulan. Sekarang hari minggu ini betapa bahagianya diriku karena kedua orangtuaku hadir menemaniku sepanjang waktu. Bukan hari ini aja tetapi juga hari kemarin hari sabtunya, malah ayahku mutusin nggak ikut acara seminar di sabtu pagi karena aku sedang sakit.

Asli lho badan ini nggak karuan, dan rasa itu dimulai di hari kamis tanggal 17 nopember kemarin. Badan terasa linu dan pegal-pegal, masalahnya aku nggak bisa bilang pada siapa-siapa. Nenekku yang mejadi malaikat pelindungku disaat ayah ibu sibuk di jam kerja senin hingga jumat mulai meihat gelagat cucunya ini nggak enak badan. Dari kedua lubang idungku terasa banyak cairan, nggak seperti biasanya, terasa mengganggu. Ditarik susah dibiarin gatal, aku hanya bisa kucek-kucek hidung ini dengan tangan mungilku dan otomatis cairan bening agak lengket inipun jadi beredar disekitar wajahku. Nenekku terlihat hawatir dan terus-terusan menyeka cairan yang ada diidungku, malah sudah memberitahu kepada ayah bundaku. Aku sih cuek aja, selama tidak terasa pusing mah mending bergerak dan bermain di dunia yang menyenangkan ini.


Tapi makin sore mulai kerasa badan ini nggak enak, susah diceritakan karena baru sekarang aku merasakan badan seperti ini. Ingin curhat sama nenek atau ibu ternyata aku nggak bisa, karena belum bisa bicara, cuman oa oa dan tangisanlah yang mewakili kegelisahanku. Ayah belum pulang hingga selepas isya katanya sih ada meeting malam-malam, “Ah teganya kau ayah, ini anakmu sedang sakit” rintih aku sambil merasakan pegal dan panas di permukaan kulit tubuh mungilku ini.

Klo nggak salah malam jumat itu jam 23.00 wib ayahku baru pulang. Langsung mandi buru-buru dan setelah shalat isya segera melihat kondisiku, wajahnya terlihat tegang dan hawatir. Aku mulai nggak bisa diam dan terus menangis, yang paling mengganggu ternyata sekarang aku susah bernafas pake hidung. Jadi mencoba pake mulut aliran nafasnya. Disaat lapar dan harus menyusu sama ibuku, itulah masalahnya. Mulut mau ngenyot, hidung mangpet nggak bisa nafas, jadinya aku bete, dan nangislah sekencang-kencangnya. Akibatnya semua panik dan malam jumat kemarin seisi rumah begadang jagain aku. Khususnya nenek, ayah dan ibu. Nenekku malah menggendong sampai jam 04.00 dini hari karena aku terus rewel. Begitupun jumat malam sabtu, idungku meler terus dan sesekali terbatuk, kata nenekku aku kena penyakit pilek dan batuk. Terserahlah apa namanya tapi aku pengen sembuh, pengen bisa nenen dengan tenang sama payudara ibuku, pabrik makanan terbaikku.

Malam sabtu lumayan sudah bisa sedikit tertidur dan itupun larut malam, soalnya aku sedikit terbebas dari derita sulit bernafas karena aksi heroik nenekku. Disaat melihat cucu cantiknya ini susah napas karena kedua lubang hidungnya ada cairan lendir agak hijau. Segera nenek pasang kuda-kuda, sebelum aku sadar apa yang terjadi. Tiba-tiba mulut nenekku sudah nempel di kedua lobang hidungku dan srottt..... tarikan keras terasa menyedot semua lendir di hudngku tanpa sisa. Ada rasa kaget bukan alang kepalang dan aku langsung teriak nangis sekencang-kencangnya.

Ehh... tapi terasa nafasku kembali normal sehingga tangisku pelahan mereda. Terasa ringan merasuk badan dan aku bisa menyedot puting susu ibuku tanpa terganggu kesulitan  bernafas. Makasih nenekku.  Aku terlelap hingga adzan shubuh berkumandang. Ayah dan ibupun bisa terlelap dalam mimpi masing-masing begitupun dengan nenek tercintaku.

Klo dihitung berarti total 3 hari aku sakit pilek dan batuk, ibu dan nenekku dengan penuh kasih sayang merawatku, menemani, memberi makan dengan telaten dan yang pasti ibuku menyusui dengan sabar. Obat yang diberikan adalah vitamin imunped dan baby cough, rasanya manis agak asam. Lumayan aku sih minum obat nggak terlau sulit, cuman selera makan jadi turun naik, nggak selahap biasanya.

Insyaalloh hari ini sudah membaik, badan segar dan ringan. Apalagi tadi malam minggu bisa tidur nyenyak tanpa terganggu. Dan yang kereen adalah..... terereeet... itu tadi pagi kejadiannya. Bibir mungilku mengucap sebuah kata yang penuh makna, mau tau?

Iya... alhamdulillah, aku bisa mulai berkata dan kata pertama adalah ,“maa maa.....” Ibu aku begitu terharu, ayah bersorak dan nenek begitu gembira. Terasa kasih sayang dan perhatian dari orang-orang tersayang semakin tercurah dan kehadiranku menambah rasa bahagia mereka. Akupun makin percaya diri untuk berusaha  bisa berkata dengan kata-kata lainnya dengan ditemani empat gigi yang baru tumbuh di mulut mungil ini. Met berhari minggu, wassalam.

@ayshalunabinarwardana_201116





Tidak ada komentar:

Posting Komentar